sdkcards.com – Insiden kebakaran yang melanda fasilitas Terra Drone Indonesia menyisakan kisah memilukan dari para korban yang terjebak di dalam gedung. Salah satu fakta yang mencuat ke permukaan adalah upaya putus asa sejumlah korban yang mencoba memecahkan kaca jendela hanya dengan tangan kosong karena tidak menemukan alat apa pun yang bisa digunakan untuk menyelamatkan diri.
Kebakaran tersebut terjadi secara tiba-tiba dan menyebar cepat akibat material mudah terbakar di beberapa bagian ruangan. Asap tebal dengan cepat memenuhi lantai demi lantai, membuat para pekerja panik dan berusaha mencari jalur evakuasi. Situasi semakin sulit ketika sebagian pintu darurat tidak dapat diakses karena kobaran api dan suhu tinggi yang menghalangi jalur keluar.
Dalam kondisi terjepit, beberapa korban yang berada di lantai atas berinisiatif mendekati jendela sebagai upaya keluar dari ruangan yang dipenuhi asap. Namun, tidak adanya benda keras untuk memecahkan kaca membuat mereka mengambil keputusan ekstrem—menggunakan tangan kosong. Sejumlah saksi yang selamat menuturkan bahwa beberapa korban berkali-kali memukul kaca hingga tangan mereka terluka parah, namun kaca keamanan gedung tersebut terlalu tebal dan sulit ditembus.
Upaya mereka mencerminkan ketegangan dan kekalutan situasi saat kejadian. Asap yang makin pekat, panas yang tidak tertahankan, serta teriakan sesama pekerja membuat detik-detik itu berlangsung sangat dramatis. Bagi sebagian orang yang akhirnya berhasil diselamatkan, momen tersebut merupakan hal yang paling membekas dan membuat mereka menyadari betapa minimnya opsi keselamatan yang tersedia dalam situasi darurat.
Insiden ini sekaligus memicu sorotan terhadap standar keselamatan gedung, terutama terkait kelengkapan jalur evakuasi, alat pemecah kaca darurat, dan akses keluar yang seharusnya dapat digunakan dalam kondisi krisis. Sejumlah pemerhati keselamatan kerja menilai bahwa fasilitas kantor atau industri yang memiliki kaca tempered atau laminated seharusnya dilengkapi alat darurat untuk memecah kaca, seperti martil keamanan, yang ditempatkan di titik-titik strategis.
Pihak berwenang kini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh terkait penyebab kebakaran serta faktor-faktor yang memperburuk kondisi evakuasi. Pemeriksaan mencakup sistem alarm, alat pemadam kebakaran yang tersedia, hingga kepatuhan perusahaan terhadap standar keselamatan bangunan dan lingkungan kerja. Temuan awal akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum ataupun rekomendasi perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, para korban yang selamat masih menjalani perawatan dan pemulihan, baik secara fisik maupun mental. Luka pada tangan dan lengan akibat memukul kaca menjadi bukti nyata dari perjuangan mereka melawan maut. Keluarga korban meninggal juga berharap investigasi dilakukan secara transparan dan menyeluruh, untuk memberikan keadilan sekaligus mendorong peningkatan standar keamanan gedung perkantoran di Indonesia.
Tragedi kebakaran Terra Drone ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan tidak boleh dianggap sebagai formalitas semata. Ketersediaan alat darurat, jalur evakuasi yang aman, serta kesiapan menghadapi bencana harus menjadi prioritas utama bagi setiap perusahaan. Bagi para korban yang berjuang memecahkan kaca dengan tangan kosong, insiden ini meninggalkan luka mendalam—namun juga pesan kuat bagi semua pihak bahwa keselamatan kerja adalah hak yang tidak boleh diabaikan.

