JAKARTA, sdkcards.com – 16 Desember 2025 – Pemerintah Jepang secara resmi mencabut peringatan khusus risiko gempa besar (megaquake advisory) untuk wilayah pantai timur laut negara itu pada Selasa (16/12/2025). Pencabutan ini dilakukan tepat satu minggu setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang lepas pantai Prefektur Aomori pada Senin malam, 8 Desember 2025.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa risiko gempa susulan berkekuatan magnitudo 8 atau lebih telah menurun secara signifikan karena tidak ada aktivitas seismik besar yang terdeteksi selama periode pengamatan. Peringatan tersebut, yang dikenal sebagai “Off the Coast of Hokkaido and Sanriku Subsequent Earthquake Advisory”, dikeluarkan sebagai respons terhadap gempa utama yang memicu kekhawatiran akan gempa megathrust di sepanjang Japan Trench–Kuril Trench.
Meski peringatan dicabut, JMA tetap mengimbau masyarakat untuk terus waspada. “Warga tidak lagi diwajibkan tidur dengan pakaian siap pakai, helm, sepatu, dan tas evakuasi di samping tempat tidur,” ujar seorang pejabat JMA. Namun, persiapan harian seperti mengamankan furnitur dan menyiapkan stok darurat tetap direkomendasikan, karena ancaman gempa besar di wilayah tersebut belum hilang sepenuhnya.
Gempa magnitudo 7,5 pada 8 Desember menyebabkan gelombang tsunami kecil hingga 70 cm, melukai sekitar 30-35 orang, dan memaksa evakuasi sementara bagi 90.000 penduduk. Kerusakan relatif minim, termasuk pemadaman listrik sementara dan retak pada bangunan. Beberapa gempa susulan, termasuk magnitudo 6,7 pada 12 Desember, juga terjadi, tetapi tidak menimbulkan dampak signifikan.
Peringatan megaquake semacam ini berbeda dari yang dikeluarkan untuk Palung Nankai di bagian selatan Jepang pada 2024, yang juga dicabut setelah seminggu. Sistem peringatan ini dibuat berdasarkan pelajaran dari gempa Tohoku 2011 berkekuatan magnitudo 9,0, yang memicu tsunami dahsyat dan menewaskan ribuan orang.
Jepang, yang berada di Cincin Api Pasifik, sering mengalami gempa bumi. Pemerintah terus memperkuat mitigasi bencana, termasuk estimasi risiko megathrust yang bisa mencapai magnitudo 9 dan menyebabkan kerugian besar. Masyarakat diimbau untuk selalu siap menghadapi kemungkinan guncangan mendadak.

